Para Penulis
& Kepengarangan
Tractatus Ayyew
Apendiks

PENULISAN TRACTATUS AYYEW: SILABUMI MERUPAKAN PUNCAK dari dialog dan persahabatan selama satu dekade antara Russell Maier dan Banayan Angway (lihat kisah lengkapnya dalam Pengantar). Buku ini terinspirasi oleh riset Banayan serta perumusan konsep Ayyew dalam kurikulum Indigenous Knowledge untuk wilayah Cordillera Administrative Region di bawah DepEd¹, serta pengalaman mereka dalam merintis gerakan ecobrick di Filipina.²

Teks Tractatus Ayyew ditulis oleh Russell dengan pengawasan dan peninjauan dari Banayan. Format bab yang diawali dengan perumpamaan ekologis terinspirasi oleh tradisi bercerita dari masyarakat Igorot setelah perayaan pesta Bugnas.



Banayan Angway

Dengan latar belakang akademis di bidang pendidikan, Banayan telah bekerja selama lebih dari dua dekade dalam pendidikan masyarakat adat, dengan penekanan pada nilai-nilai lokal. Sebagai peneliti dan praktisi nilai-nilai budayanya sendiri, ia tanpa lelah berupaya mengintegrasikan konsep-konsep Igorot ke dalam kurikulum pendidikan di Filipina Utara. Sebagai koordinator Indigenous Peoples Education (IPED) untuk Mountain Province pada tahun 2011-2025, ia mengawasi integrasi konsep-konsep Igorot ke lebih dari dua ratus sekolah. Pada tahun 2012, dengan berlandaskan nilai-nilai Igorot, ia bersama Russell berperan penting dalam memulai gerakan lokal ecobrick yang kemudian menyebar ke seluruh Filipna dan bahkan ke berbagai belahan dunia. Ia pernah menjabat sebagai Schools Division Superintendent untuk provinsi Abra (2017-2018) dan Kota Tabuk (2019-2023). Saat ini, ia menjabat sebagai Superintendent DepEd untuk provinsi Apayao.



Russell Maier

Russell adalah seorang investor dan filsuf regeneratif yang saat ini berbasis di Gianyar, Indonesia. Bersama Banayan, ia merupakan salah satu pendiri Global Ecobrick Alliance. Ketika tidak berkebun, programming, atau mendesain, ia menulis di Earthen.io. Saat ini ia memimpin proyek Ocean to Earthen dari Global Ecobrick Alliance, yang berfokus pada pemulihan plastik dari laut untuk membangun struktur kebumian dan ecobrick yang bersifat regeneratif.