Pertama-tama, kami bersyukur atas plastik kami. Tanpa berbagai tantangan dan pergulatan dalam mencari tahu apa yang harus dilakukan dengannya — perjalanan fisis dan filosofis berkat polusi dan solusi yang ditimbulkannya — buku ini tidak akan pernah dimulai.
Kami juga berhutang pada asal muasal kami yang tak kasat mata: para leluhur kami, dari garis keturunan kami sendiri maupun dari budaya kinsentris lain di seluruh dunia, yang telah menyentuh dan menginspirasi pergulatan kami dalam memahami makna dari hijau. Kebijaksanaan yang mereka himpun menjadi landasan tempat kami membangun.
Sepanjang perjalanan ini, begitu banyak sahabat, keluarga, dan rekan yang memberikan bantuan yang tak ternilai dalam upaya kami.
Terima kasih kepada Pi Villaraza yang berperan penting dalam menghidupkan koneksi dan kolaborasi awal kami. Ia mengarahkan kami pada kebijaksanaan Igorot dan Filipina sebagai dasar kerja kami dengan plastik, sekaligus membimbing penyebaran sosial yang kemudian terjadi.
Un grand merci kepada Fabrice Garrigues atas dedikasinya dalam menerjemahkan Tractatus Ayyew, ke dalam bahasa Prancis, serta untuk malam-malam hangat yang dipenuhi kebersamaan, anggur, dan filsafat. Terima kasih pula kepada George Beurnier atas jamuan makan yang menjadi suplemen bagi upaya kami, serta atas persahabatan dan dorongannya dalam perjalanan menuju solusi bagi plastik — dan menuju keahlian bermain biliar.
Un grand merci a les deux Frère Jacques de l’Abbey de Scourmont. Pertama, kepada Frère Jacques senior atas hadiah ensiklik Laudato si’ (di mana konsep “common home”-nya membantu menginspirasi dan membimbing karya kami), serta atas kegigihannya yang menghangatkan hati dalam memperoleh versi awal terjemahan Prancis tanpa sepengetahuan kami! Terima kasih kepada Frère Jacques junior atas ulasan awalnya serta upayanya mengumpulkan masukan dan kritik dari kalangan Katolik, sehingga kami dapat memastikan karya ini selaras dengan gerakan Laudato si’.
Terima kasih kepada Trisha atas dukungan, dorongan, kesediaan mendengarkan, dan persahabatannya. Terima kasih kepada Shiloh Vermaack dan Richard Goldsmith atas penelaahan tanpa lelah terhadap setiap bab, tidak hanya sekali tetapi dua hingga tiga kali. Terima kasih kepada Nicole dan Vaughn atas pembacaan mendalam dan dorongan mereka. Terima kasih kepada Mel atas pengignat bahwa asal-usul kami, terutama perbedaannya, bukanlah sekadar suatu catatan samping, melainkan tema utama. Terima kasih kepada James dan Ruth atas dukungan dan wawasan mereka dari Lembah Bulkley. Terima kasih kepada Rolf dan Chris atas ulawan awal mereka yang tajam — kritik dari mereka sangat berharga dan mempengaruhi arah kami. Terima kasih kepada Ani atas kesabaran yang begitu besar menghadapi tumpukan halaman dan cangkir kopi tak berujung yang menyertai proses ini.
Terima kasih kepada suadara dan saudari Igorot dan Wet’suwet’en yang telah menginspirasi kami melalui teladan mereka: James, Jed, Sir Ernesto, Jake, dan para pemandu Sabangan.
Banner bab, Eagle & Salmon No.1 dan No.2, serta Frog and Sun dibuat oleh seniman Wet’suwet’en, James Madam.
Foto-foto budaya Igorot di Earthen.io oleh Gadys Maximo. Foto-foto di Bab 9 oleh Robert Brodey.
Terima kasih kepada Thumas Hutton dan Thomas Nail, dua penulis buku berjudul A Theory of the Earth. Meskipun kedua buku tersebut terbis secara terpisah (yang pertama pada tahun 1788 dan yang kedua pada 2021!), keduanya sangat menginspirasi dan mendorong karya serta teori kami sendiri.
Terima kasih kepada Mark Donnovan dan Donnie Maclurcan, yang melalui percakapan bersama mereka memicu wawasan untuk Bab 9.
Terima kasih kepada Stephen DeMeulenaere atas diskusi-diskusi mendalam tentang paralel antara kapital dan karbohidrat, lemak dan mata uang, yang sangat membantu membentuk gagasan kami tentang energetika Kebumian dalam Bab 9.
Terima kasih kepada Balaji Srinivasan. Meskipun banyak gagasan kami berlawanan, versi “web app” dari bukunya, The Network State, tetap menginspirasi kami untuk menyelaraskan platform penerbitan dengan prinsip-prinsip kami, serta mendorong pengembangan konsep Earthbook.
Terima kasih kepada Enrique Salmon atas karya perintisnya dalam mengembangkan konsep “ekologi kinsentris” sebagai cara membedakan metafisika Rarámuri (dan masyarakat Bangsa Awal lainnya) dari konsep modern tentang “alam”. Karyanya dan istilah yang ia perkenalkan menjadi dasar bagi penggunaan istilah “budaya kinsentris” dalam buku ini dan sangat berharga dalam pengembangan teori kami.
Russell mengakui dan berterima kasih kepada tanah Banjar Sumampan, Gianyar, Indonesia — tanah leluhur masyarakat Bali — sebagai tempat penulisan dan penerbitan buku ini.
Banayan mengakui dan berterima kasih kepada tanah masyarakat Igorot serta tradisi kebijaksanaan mereka yang telah menginspirasi, memelihara, dan memungkinkan lahirnya buku ini, termasuk kontribusi dan perannya di dalamnya.
Terima kasih kepada Fábio Almeida atas skrip Aksesibilitas CSS-nya yang memungkinkan pembaca untuk memperbesar dan memperkecil teks EarthBook.
Terima kasih kepada Zeno Rocha atas pengembangan berkelanjutan dari ClipboardJS, JavaScript elegan di halaman Bagikan.
Terima kasih kepada DewaWeb Indonesia yang dengan murah hati menghosting proyek EarthBook ini tanpa biaya di server Singapore mereka.
Terima kasih kepada WebsiteCarbon yang memungkinkan audit dampak karbon otomatis dari setiap halaman Earthbook.
Terima kasih kepada Stephen atas basis kode PHP Commentics yang mendukung komentar bab Earthbook.
Terima kasih kepada Thomas Steiner atas kode Toggle Mode Gelap yang menggerakkan peralihan mode Malam/Siang Earthbook.